BANTEN INSIGHT PROGRES DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN KOPERASI MERAH PUTIH DI PROV. BANTEN

Sumber Gambar :

Serang – Pemerintah Provinsi Banten terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari implementasi program strategis nasional dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan. Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan, pembangunan Koperasi Merah Putih di Provinsi Banten menunjukkan perkembangan yang sangat positif.

Hingga tahun 2026, pembentukan kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Provinsi Banten telah mencapai 1.551 koperasi dari total 1.552 desa dan kelurahan. Capaian tersebut menunjukkan tingkat pembentukan kelembagaan sebesar 99,99 persen, dengan satu desa yang belum mengikuti program karena mempertimbangkan kearifan adat setempat. Seluruh koperasi yang telah terbentuk juga telah memiliki akta pendirian sebagai dasar legalitas dalam menjalankan usahanya.

Dari sisi operasional, perkembangan juga terus menunjukkan tren positif. Sebanyak 695 Koperasi Merah Putih telah beroperasi, sementara pembangunan gerai koperasi terus dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, 155 gerai telah selesai dibangun dan 727 gerai lainnya masih dalam proses pembangunan di berbagai wilayah Provinsi Banten.

Sebaran Koperasi Merah Putih di Provinsi Banten meliputi Kabupaten Lebak sebanyak 344 koperasi, Kabupaten Pandeglang 339 koperasi, Kabupaten Serang 326 koperasi, Kabupaten Tangerang 274 koperasi, Kota Tangerang 104 koperasi, Kota Serang 67 koperasi, Kota Tangerang Selatan 54 koperasi, serta Kota Cilegon 43 koperasi. Pemerataan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Meski demikian, percepatan pembangunan masih menghadapi sejumlah tantangan. Berdasarkan hasil monitoring, baru sekitar 103 koperasi yang pembangunan fisiknya telah selesai sepenuhnya. Selain itu, kesiapan lahan juga masih menjadi perhatian, di mana 863 lokasi telah siap, sedangkan 668 lokasi lainnya masih dalam proses penyediaan dan pembangunan. Kondisi ini memerlukan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, serta dukungan masyarakat agar pembangunan dapat berjalan sesuai target.

Selain aspek infrastruktur, tantangan lain yang dihadapi adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola koperasi, penguatan tata kelola kelembagaan, digitalisasi layanan koperasi, pengembangan unit usaha yang sesuai dengan potensi lokal, serta peningkatan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengembangkan koperasi modern yang profesional dan berdaya saing. Pemerintah Provinsi Banten juga terus mendorong keterlibatan Generasi Z sebagai bagian dari transformasi koperasi menuju ekonomi digital.

Melalui forum Banten Insight, berbagai capaian, peluang, serta tantangan tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus ruang diskusi untuk memperkuat strategi pembangunan Koperasi Merah Putih di Provinsi Banten. Diharapkan forum ini mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mendorong percepatan operasional koperasi, memperkuat ekosistem usaha, serta meningkatkan kontribusi koperasi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan, mampu memperluas akses pembiayaan, distribusi barang kebutuhan pokok, pemasaran produk UMKM, hingga menciptakan lapangan kerja baru. Keberhasilan pembangunan koperasi tidak hanya diukur dari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi juga dari kemampuan koperasi dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.

 

Sumber Video TVRIBANTEN

Link Youtube

https://youtu.be/Mq86VZt-JJk?si=hwFt84HMUMeRrRGz 


Share this Post