KOPERASI ABDI KERTA RAHARJA(KOPERASI AKR): MENGABDI UNTUK KAUM DHUAFA


KOPERASI ABDI KERTA RAHARJA(KOPERASI AKR):

MENGABDI UNTUK KAUM DHUAFA

(Oleh :Arief Rachman, SE, MSi/DinasKoperasidan UMKM Provinsi Banten)

  1. LATAR BELAKANG BERDIRINYA KOPERASI AKR

Ideologi Ekonomi kerakyatan adalah suatu strategi untuk menghilangkan dampak negatif ekonomi pasar yang eksploitatif  dengan jalan mengikutsertakan partisipasi seluruh anggota masyarakat dalam memecahkan persoalan masyarakat itu sendiri dan secara merata membangun kemampuan rakyat agar mampu menciptakan kesejahteraan bagi dirinya sendiri, dalam bentuk investasi/permodalan maupun sumber daya pendidikan keterampilan dan penyediaan alat-alat produksi.

Paradigma keadilan adalah merupakan pemerataan dalam pembangunan ekonomi kerakyatan bukan berarti meratakan dan membagi rata Hasil Produksi, tetapi memeratakan Kesempatan dan Kemampuan berproduksi. Ini berarti bukan memeratakan Pendapatan (Income), tetapi memeratakan alat-alat produksi dan segala sesuatu yang memberikan kesempatan kepada rakyat untuk berpartisipasi aktif dalam produksi.

Focus Group Discussion Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro
Jakarta, 27 – 29 Mei 2008, bahwa :

  • Pada Usaha Mikro ada economically active poor yang masih sulit diakses ke micro-banking.Hanya 9% yang dilayani Bank umum dan baru 3% yang dilayani BPR.
  • Di perbankan ada dana idle Rp. 260 T, belum produktif disalurkan ke sektor riil, dan disimpan dalam Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan beban bunga sekitar Rp. 20 T / tahun.
  • Diperlukan linkage Lembaga Keuangan Mikro (LKM) non-bank dengan perbankan
  • Diperlukan kebijakan nasional terintegrasi tentang tata cara pemantapan sasaran, perbaikan mekanisme penyampaian untuk meningkatkan efektifitas institusi pemerintah tanpa distorsi pasar yang berlebihan.

Dalam pembahasan Milinium Devolepment Goals (MDGs) bahwa kemiskinan merupakan masalah serius dan menjadi isu global, sehingga menjadi salah satu sasaran penting dalam pembangunan milenium dengan target menurunkan penduduk miskin menjadi setengahnya tahun 2015. Sedangkan strategi penanggulangan kemiskinan yang dilakukan pemerintah selama ini lebih  banyak berorientasi kepada pemberian bantuan dana atau material yang cuma-cuma atau kredit dengan kurang disiplin dan dikelola secara pendampingan dan berkesinambungan serta berkelanjutan dibanding dengan upaya pemberdayaan (Empowering) dengan membangun inisiatif masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan dengan cara mereka sendiri.

Selain itu kemiskinan bersipat komplek dan bermatra ganda (Multidimentional), tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi harus menjadi tanggung jawa semua masyarakat termasuk Koperasi, Perusahaan, BUMN maupun Penanam Modal.

Masyarakat miskin sangat berkaitan erat dengan para pelaku usaha mikro dan kecil. Hal ini dikarenakan pelaku usaha mikro dan kecil dalam kaitan produksinya banyak menggunakan sumberdaya manusia maupun sumberdaya alam lokal, selain itu dalam data BPS bahwa di Indonesia dan hampir seluruh wilayah Daerah sangat banyak memiliki potensi jumlah pelaku usaha mikro dan kecil dan rata-rata seluruh wilayah daerah industri besarnya hannya ada di kisaran 1% dan industri menengahnya paling banyak ada dikisaran 10% sampai 13 % 

Melihat latar belakang exixting perekonomian di Indonesia sebagaimana di atas, maka Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dan perlu ditingkatkan peran dan kinerjanya dalam rangka pemberdayaan masyarakat miskin dan pengembangan ekonomi kerakyatan di berbagai wilayah. Hal ini terbukti dari data  BPS Tahun 2011 menunjukkan Kondisi Ekonomi dan potensi UMKM sebagaimana dalam data piramida dan tabel  berikut ini :

 

 

 

Usaha Mikro

Usaha Kecil

Usaha Menengah

Usaha Besar

Potensi Usaha

98,85%

1,01%,

0,08%

0,01%

Penyerapan Tenaga Kerja

89,30%

4,26%

3,48%

2,96%

Investasi

8,39%

20,69%

23,81%

47,11%

Product Domestic Bruto (PDB)

32,05%

10,08%

3,43%

44,44%

Ekspor Non Migas

2,22%

4,85%

13,10%

79,83%

 

Melihat data diatas, masih menujukan bahwa pengembangan UMKM terutama pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang potensinya cukup besar , belum mendapat perhatian secara serius baik dari berbagai pihak, sehingga dengan adanya Akses Ekonomi Global dengan Kondisi kekuatan UMK masih lemah dan sangat terbatas diberbagai permasalahan modal maupun produksi, maka UMK semakin berat dan terpuruk dengan adanya akses pangsa pasar global karena banyaknya product import yang lebih menguasai pangsa pasar di Indonesia. Hal ini dapat dilihat secara realita masyarakat golongan ekonomi lemah yang tergabung dalam Usaha Mikro Kecil  terjadi hampir memiliki permasalahan yang tidak pernah terselesaikan, yaitu diantaranya :

  • Rendahnya dan Terbatasnya permodalan serta akses terhadap sumber-sumber permodalan dari luar maupun perbankan.
  • Volume dannilaiusaharelatifkecil,
  • Manajemensederhanadantidaktertulis,
  • Rendahnya SDM dalamkemampuanmengelolabaiktehnismaupunadministrasi,
  • Unit usaha yang tidakotonom, Tingkat drop out relatiftinggi,
  • Ketiadaanataurendahnyakepemilikanjaminanataucollateral,
  • Sulitnya persyaratan kredit yang ketat yang diberikan oleh perbankan,
  • Pelaku Usaha Mikro dan Kecil berada di tingkat Desa atau Kecamatan,
  • Proses Produksi relatif banyak menggunakan sumber daya lokal seperti hasil pertanian, peternakan atau industri kecil,
  • Teknologi yang digunakan sangat sederhana dan rata menggunakan tenaga kerja manusia.

Begitu juga realita kondisi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Bukan Bank yang didalamnya termasuk Koperasi yang seharusnya merupakan mitra bagi UMK dan juga sebagai lembaga intermediary antara perbankan memiliki pula berbagai permasalahan diantaranya :

  • PermodalanatausumberpendanaanTerbatas,
  • KeberpihakandankemitraanBank Umumbelummaksimaldalammemberdayakan LKM Non Bank ( Koperasi),
  • Fasilitasidanpemberdayaanpemerintahdaerahmaupunpusatterhadapkelembagaandanbantuanpermodalanpada LKM Non Bank (Koperasi) belum optimal  ,
  • ManajemendanSumberDayaManusia masih belumseluruhnyaprofesional,
  • Kemampuanjaringanterbataspadaanggotatetap,
  • Terbatasnya Inovasi di bidang pemasaran,
  • Keterbatasan penggunaan teknologi dan penggunaan informasi manajemen Laporan Keuangan.Sistem dan Standar Operasional Prosedur tidak Tetap dan tidak memiliki standarisasi rating Koperasi yang ditetapkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi yang independen.
  • Tingkat kepercayaan masyarakat masih rendah.
  • Tingkat persaingan antar LKM, maupun Bank kurang sehat.

 

Dengan demikian keberadaan Koperasi perlu ditingkatkan Peran dan Tanggung jawabnya baik oleh Pemerintah maupun masyarakat untuk menjadi Badan Hukum yang lebih profesional sebagai penggerak ekonomi kerakyatan  pada masyarakat umum secara nasional.

 

Latar belakang inilah yang menjadikanKoperasi Abdi Kerta Raharjaberdiridenganmembawa semangat untuk menjadi suatu Badan Hukum sekaligusBadan Usaha yang memiliki Filisofi dan Normatif Koperasi yang sebenarnya yaitu :

  1. Koperasi berfungsi sebagai alat perjuangan rakyat untuk mewujudkan demokrasi ekonomi
  2. Koperasi berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa
  3. Koperasi berfungsi sebagai sokoguru ekonomi nasional  indonesia
  4. Koperasi sebagai suatu gerakan ekonomi kerakyatan (sistem ekonomi kerakyatan).

Berdasarkan kesepakatan Anggota inilah Koperasi Abdi Kerta Raharja disahkan oleh Akta Notaris Endah Ariani, SH. M.Kn. Nomor : 2 Tanggal 04 Juli Tahun 2009 dan Izin Kementrian Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor : 866/BH/Meneg.I/X/2009 tanggal 26 Oktober 2009 dan Surat Izin Usaha Simpan Pinjam Nomor 23/SISP/Dep.I/X/2009 tanggal 26 Oktober 2009.

II. MAKSUD DAN TUJUAN

Dalam Anggaran Dasar yang telah ditetapkan oleh Notaris dan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, bahwa Koperasi Abdi Kerta Raharja mempunyai Maksud dan Tujuan :

  1. Meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya;
  2. Menjadi gerakan ekonomi rakyat serta ikut membangun tatanan perekonomian Nasional.
  3. Menjadikan Koperasi sebagai alat pemersatu bangsa
  4. Menjadikan Koperasi sebagai sokoguru ekonomi nasional di  Indonesia

Untuk mencapai tujuan tersebut, Koperasi menyelenggarakan kegiatan usaha yang berkaitan dengan kepentingan ekonomi yang sama dalam rangka pemberdayaan pelaku UMKM dengan membuka unit usaha, yaitu :

  1. Unit Simpan Pinjam
  2. Unit Pendidikan Pelatihan dan Jasa Konsultan
  3. Unit Perdagangan Umum

Maksud tujuan diatas Koperasi Abdi Kerta Raharja secara umumdalam pelaksanaan programnya  mempunyai maksud dan tujuan menunjang dan mendukung pelaksanaan pembangunan di setiap daerah dalam rangka terwujudnya peningkatan pemerataan dan pertumbuhan perekonomian kerakyatan kearah peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan, dan berkelanjutan serta mampu menciptakan  masyarakat golongan ekonomi lemah menjadi  kuat dan mandiri, dalam mengembangkan usahanya.

III. SASARAN

Dalam upaya mencapai tujuan, Koperasi Abdi Kerta Raharja memiliki VISIyaitu “KoperasiAbdiKertaRaharjaMenjadiMitraDalamMengembangkan UsahaMasyarakat Dan PenggerakEkonomi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)”.

Untuk mencapai Visi tersebut Sasaran yang akan dicapai tertuang dalam MISI Koperasi Abdi Kerta Raharja, yaitu :

  1. Memberdayakan UMK dengan memfasilitasi pengembangan kapasitas LKM  Koperasi yang Good Corporate Governance dalam berbagai aspek melalui penyehatan manajemen, kelembagaan, peningkatan SDM Profesional, Penyertaan modal serta penerapan teknologi informasi sehingga Koperasi ini mampu menjadi lembaga Intermediari dalam pembiayaan maupun pengembangan bagi UMK.
  2. Menciptakankoperasi yang bersih, transparan, akuntabledanbertanggungjawab
  3. MengembangkanketerampilandanprofesionalismeSumberDayaManusia (SDM)yang produktifmaju, berteknologidanberdayasaingsecara berkelanjutan.
  4. Meminimalkanketergantunganmasyarakatterhadapparapelakupelepasuang
  5. Menciptakandan memberikan peluang usaha mandiri untuk  peningkatan kondisi sosial dan ekonomimasyarakat dalam  membiayai kegiatan ekonomi pokok maupun tambahan dalam mengembangkan Sektor Usaha, Pendidikan dan Perbaikan rumah serta mengembangkan budaya menabung (capital formation) melalui bentuk organisasi atau kelembagaan yang dapat dipahami dan dikelola secara bersama dalam wadah Koperasi.
  6. Menciptakankehidupanekonomi, sosialdanbudaya yang berkepribadiandinamis, kreatifdanmandirisertapenuhkekeluargaan/kebersamaan
  7. Memutuskan lingkaran : ”Pendapatan rendah – Tabungan rendah – Investasi rendah – Pendapatan rendah” Menjadi ”Pendapatan rendah -  Pemberian Pinjaman – Peningkatan investasi – Peningkatan pendapatan – Pertambahan pinjaman – Peningkatan investasi – Peningkatan pendapatan”.
  8. Menciptakantanggungjawabsosialperusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) kepadaAnggota.

IV. KINERJA KOPERASI ABDI KERTA RAHARJA

Sebagaimana tertuang dalam Latar Belakang, maksud dan tujuan, serta sasaran yang  dicapai oleh Koperasi AKRdalam operasionalnya Koperasi Abdi Kerta Raharja  memiliki kelebihan kemampuan pelayanan kepada anggota, dimana Koperasi dapat membuka peluang usaha dengan masyarakat umum yang diutamakan adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang merupakan golongan ekonomi lemah yaitu katagori pelaku usaha mikro sebagai AnggotaLuar Biasa yang dididik dan  nantinya akan diarahkan menjadi anggota.

Pelayanan pembiayaan Koperasi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendahyang merupakan golongan ekonomi lemah yang tergolong kepada masyarakat miskin sebagai katagori pelaku usaha mikro,  Koperasi Abdi Kerta Raharja melakukan pelayanan pembiayaan berbasis Grameen Bank Syariah, yang dinamakan dengan Program GEBRAK - SIPINTAR (Gerakan Brantas Kemiskinan melaluiSimpanan Pinjaman Tanpa Agunan &Resiko) yang dalam sistem pelayanannyamemiliki  Kolaborasi Teori, Prinsip dan Falsafah Koperasi antara Bapak Mohammad Hatta dengan Teori, Prinsip dan Falsafah Lembaga Keuangan MikroGrameen Bank yang dikembangkan oleh Prof. DR. Mohammad Yunus,  diantaranya :

  1. Koperasi memiliki tujuan mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya yang mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan berlandaskan pada azas kekeluargaan (UU Koperasi No. 25 Th. 1992 Pasal 1 dan 3)
  2. Semakin Masyarakat  Miskin Semakin Bankable (Layak Mendapat Kredit)
  3. TeoriSajatidakcukupuntukmengentaskankemiskinanTanpatindakan yang nyatadanberkelanjutan
  4. Pemberianbantuanpada orang miskin yang didasaripadabelaskasihandanjugaCuma-Cuma, tidakakanmembantu orang miskintersebutuntuklepasdarikemiskinannya. Sebaliknyajustruakanmenjerumuskanmerekakedalamjurangkemiskinan.
  5. Setiappemberianbantuanpinjamankepada orang miskinharusdidasarkanpadakeikhlasandanjugapendampingan yang terusmenerus.
  6. Kredithanyasebagai entry point sajadariserangkaiankegiatan yang ditujukanuntukpenguatankepada orang miskin.
  7. Kredittanpapenerapandisiplinkreditbukanapa-apatetapisumbangan, danbilaSumbangandenganmengatasnamakankredittidakakanmembantu orang miskintetapiakanmenghancurkanmereka
  8. Pembiayaan Permodalan merupakansalahsatualatperubahansosial  yang  murah, cepatdanefisien yang memberikan kesempatan kepada masyarakat miskin mengembangkan usahanya sendiri untuk meningkatkan kesejahteraannya, memberi kesempatan mengasah kewirusahaannya dan ketrampilan kearah peningkatan pendapatan dan taraf hidup,memberi kesempatan menikmati segala hakasasi lain karenadengan kemampuan permodalanharus memiliki keyakinan bahwa modal sendiri akan menjaminpeningkatanpendapatannya, sehingga dalam sistem ini, modal sebagai hak asasiter penting bagimasyarakat miskin/mikro.
  9. Disiplin harus dibangun sejak awal kegiatan dimulai,
  10. Disiplin hanya bisa ditumbuhkan dengan proses yang panjang (TidakMendadak)
  11. Dengandisiplinmakakegiatansukses, dan sebagai bukti kinerja Koperasi didapatkan teori baru : bahwa “ORANG MISKINADALAH PEMINJAM TERBAIK”.

Dalam menjalankan operasionalnya Koperasi AKRdalam kurun waktu berjalanya usia 4 tahunsaat ini telah memiliki Asset Lembaga lebih dari  13 (tiga belas) milyar, adapun  Sumber Permodalan yang digulirkan dalam Simpan Pinjam telah diperoleh dari barbagai lembaga keuangan resmi diantaranya :

  1. Lembaga Pengelola Dana Bergulir Kementrian Koperasi UKM RI sebesar Rp. 1.000.000.000,-- (satu milyar yang cairpadatahun 2012 dengancicilanlancar)
  2. Bank BNI Syariah sebesar Rp. 1.381.000.000,-
  3. Bank Muamalat sebesar Rp. 1.500.000.000,-
  4. Bank BJB Syari’ah sebesar Rp. 600.000.000,-
  5. Bank BJB sebesar Rp 560.000.000,--
  6. Bank BPR Kerta Raharja Rp. 200.000.000,--

Berbagai upaya pelayanan Koperasi Abdi Kerta Raharja dalam meningkatkan kesejahtraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya sebagaimana tujuan Koperasi yang tertuang dalam Undang-undang perkoperasian, Koperasi AKR dalam Unit Simpan Pinjam telah menunjukan kinerja sebagai berikut

  1. Jumlah anggota sebanyak 7.177 anggota
  2. Wilayah terlayani40 desa / Kelurahan (4 Kab/Kota se provinsiBanten)
  3. Penyaluran Pembiayaan sebesar  Rp. 16.600.600.000,-
  4. Simpanan Anggota sebesar Rp. 5.038.329.147,-

Adapun kinerja Koperasi Abdi Kerta khususUnit Pendidikan Pelatihan Jasa konsultan telah meraih berbagai kepercayaan menjadi Soko Guru koperasi dari berbagai daerah, sehingga banyaknya dari berbagai kalangan Pejabat Pemerintah, Perbankan, Lembaga Peneliti, Kalangan pendidikan Universitas dan Ussur Gerakan Koperasi maupun Praktiri Lembaga Keuangan Mikro yang telah melakukan kunjungan kerja maupun ikut pendidikan serta melakukan program Magang yang telah dilaksakan oleh Koperasi Abdi Kerta Raharja diantaranya adalah utusan berbagai daerah yaitu :

  1. Kalimantan yang terdiri dari : Kabupaten Paser, Kota Bontang, Kabupaten Berau
  2. Sumatera yang terdiri dari : Kota Padang Panjang dan Palembang
  3. Provinsi DKI Jakarta
  4. Jawa Barat : Kota Bandung, KPDK Jawa Barat, Kabupaten Bogor
  5. Jawa Timur : Balitbang Jatim, Koperasi SBW,
  6. Banten : Kota Tangerang Selatan, Pandeglang, Kota Serang dan seluruh PD. BPR LPK Serang.

Kepedulian sosial Koperasi Abdi Kerta Raharja terhadap anggota, selain melakukan pembiayaan mikro kredit untuk modal usaha, melakukan pula pembiayaan micro tata griya dan tata cendikia. Program ini merupakan pembiayaan lunak yang diberikan kepada anggota dalam rangka memperbaiki taraf hidup, tempat tinggal yang layak, perbaikan tingkat kesehatan melalui pembuatan MCK dan peningkatan pendidikan bagi anak-anak anggota agar memiliki keluarga yang mampu meningkatkan pendidikan mulai dari tingkat SMU sampai dengan perkuliahan.

Adapun kepedulian bagi keluarga anggota dalam meningkatkan kemampuan bekerja, Koperasi Abdi Kerta Raharja telah memfasilitasi pendidikan gratis antara lain :

  1. Kursus Komputer Microsoft Office bagi anak yang lulus SMU dan ingin bekerja
  2. Pendidikan Paket C setara SMU dan SMP sampai mengikuti UAN dan dinyatakan LULUS yang diperutukkan bagi anggota masyarakat miskin yang putus sekolah, karena ketidak mampuan membiayai.
  3. Pendidikan keterampilan lainnya untuk mengembangkan wirausaha baik pelatihan teknis pengembangan produksi Industri Rumah Tangga maupun Manajemen Kewirausahaan, Koperasi Abdi Kerta Raharja melakukan kemitraan dengan Dinas/Instansi/Lembaga/Universitas untuk mengikutsertakan anggotanya yang ingin meningkatkan kemampuan usahanya.

Kinerja Koperasi dalam Pemeringkatan Kesehatan Kementerian Koperasi dan UKM RI saat ini memiliki Nilai 84,85 dengan Pringkat Katagori SEHAT, adapun hasil Audit Akuntan publik memiliki katagori WTP (Wajar Tanpa Pengeculaian). Pencapaian Prestasi penghargaan  lainnya yang diperoleh adalah sebagai berikut :

  1. Anugerah Citra Indonesia dengan kategoriThe Best Improvement Institution Of The Yearyang dilaksanakan oleh Sembilan Institusi bersama Media bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI.
  2. Top 50 Leader Of The Year 2013 dengan katagori The Reliable Cooperative Award Winneryang dilaksanakan oleh Tre Uno Event Managementbekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI yang diterimaolehKetuaKoperasi AKR IbuHj. Farida
  3. Koperasi Berprestasi Tingkat Propinsi Bantensebagai Juara I (satu).

Demikian Profil Koperasi Nasional “Abdi Kerta Raharja”  dalam membangun ekonomi kerayatan untuk memperkuat ekonomi Nasional. MajuterusKoperasi Indonesia.


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan